• Thu. Dec 3rd, 2020

Bundesliga Menunda Kompetisi Sampai Awal April 2020

bundesliga
bundesliga

QQMulia88 – Pandemi virus Corona di Eropa masih belum mereda sampai saat ini. Bundesliga selaku kompetisi sepak bola tertinggi di Jerman menambahkan durasi penundaan sampai awal bulan April mendatang.

Cepatnya penyebaran virus Corona membuat banyak sektor kewalahan, terutama di Italia sebagai negara yang paling terdampak. Mereka menjadi negara pertama yang menunda jalannya kompetisi sepak bola untuk sementara.

Penyelenggara liga dari berbagai negara lainnya, seperti Spanyol dan Inggris, awalnya enggan menunda kompetisi. Tetapi, pada akhirnya mereka harus mengalah setelah virus Corona menjangkiti tubuh beberapa atlet papan atas.

Bundesliga menjadi liga big five terakhir yang memutuskan untuk menunda kompetisi. Tetapi, berbeda dengan lainnya, mereka hanya menunda pertandingan yang sejatinya diselenggarakan akhir minggu kemarin saja.

Dampak virus Corona di Jerman sejatinya lumayan besar. Sampai berita ini diturunkan, sedikitnya sudah ada lebih dari 7 ribu permasalahan yang dilaporkan dengan jumlah kematian mencapai 14 jiwa.

Tetapi, Bundesliga cukup percaya kompetisi masih dapat dilanjutkan pada minggu depan, pada saat itu. Saat ini mereka harus merevisi kebijakan dan menambahkan masa penundaan lebih lama lagi.

Setelah menggelar pertemuan pada hari Senin( 16/ 3/ 2020), federasi sepak bola Jerman( DFL) menunda Bundesliga sampai 2 April mendatang. Seperti kompetisi besar lain seperti Premier League dan Serie A.

Segera daftarkan diri anda di situs judi online terpercaya QQMulia dan dapatkan banyak bonus & promo setiap harinya.

Alarm Bahaya untuk Klub

Penyelenggara kompetisi lainnya, sejatinya, belum dapat memastikan sampai kapan masa penundaan berlangsung. Jika wabah virus Corona masih menjadi permasalahan besar di negara masing- masing, ada kemungkinan kompetisi ditunda lebih lama lagi.

Tetapi, DFL nampaknya tidak ingin berlama- lama. Jika wabah virus Corona tidak kunjung mereda di Jerman, mereka inginkan Bundesliga tetap berjalan dengan konsekuensi tidak dihadiri oleh penonton.

” Tidak ada yang suka pertandingan yang tertutup, tetapi untuk kebanyakan klub, itu mungkin satu- satunya cara agar klub bisa bertahan dalam bisnisnya,” ujar pimpinan DFL, Christian Seifert.

” Aku sadar sepak bola dipandang sebagai bisnis milyaran dolar. Tetapi, pusatnya merupakan permainan itu sendiri dan 56 ribu pekerjaan bergantung pada setiap minggu pertandingan. Tanpa sponsor dan pendapatan TV, pekerjaan dan keberlangsungan klub berada dalam bahaya,” pungkasnya.

Baca Juga : 28 Pemain Muda Di Spanyol pulang ke Indo akibat Virus Corona