• Wed. Jan 27th, 2021

Cerita Sedih Ibu Dari Marcus Rashford: Rela Tidak Makan Demi Anaknya

QQmulia88 Marcus Rashford mendapatkan gelar kebangsawanan Inggris usai sering mengampanyekan masalah kelaparan anak-anak. Ternyata, itu dialami pada masa lalunya, di mana sang ibunda tercinta pernah berjuang keras agar anak-anaknya bisa makan.

“Saya harus bekerja di tiga tempat berbeda. Kalau tidak, kami sekeluarga tak akan bisa makan, sesulit itu keadaannya,” kata Melanie Maynard, ibu dari Marcus Rashford.

Marcus Rashford memang rajin melakukan kampanye kemanusiaan, khususnya terkait anak-anak. Penyerang Manchester United berusia 22 tahun itu sempat mempertanyakan komitmen pemerintah Inggris yang tidak memperpanjang pemberian kupon makan gratis buat anak-anak selama liburan musim panas.

Karena kampanye tersebut bersifat jangka pendek, Rashford memutuskan untuk bergabung dengan satgas khusus jangka panjang. Beberapa produsen makanan dan retail swalayan, mulai dari Kellogg’s sampai Tesco mendukung kampanye tersebut.

Mereka sepakat memberikan makanan buat anak-anak di Inggris selama periode enam bulan. Target utamanya adalah anak-anak berasal dari keluarga kurang mampu.

Melanie melanjutkan, apa yang dilakukan Marcus Rashford adalah atas dasar sama rasa yang pernah ia alami. Ia tahu betul bagaimana rasanya kelaparan.

“Rashford cuma bercerita dari bagaimana dia melihat. Padahal, apa yang telah ia katakan datang dari lubuk hatinya,” kata Melanie lagi.

Ibu Marcus Rashford Rela Tidak Makan

Who is Melanie Rashford? Wiki, Biography, Age, Melanie Rashford's Mother,  Siblings, Instagram, Net Worth - Wikibious

Jasa ibu tidaklah ternilai, dan apa yang telah didapat Rashford pastilah karena kerja keras sosok yang merawatnya hingga menjadi pesepak bola terkenal seperti sekarang.

Rashford, seperti banyak pesepak bola lain, tidak lahir dari keluarga yang serba berkecukupan. Melanie mengaku ia sering tidak makan agar anak-anaknya tidak kelaparan.

“Seringkali keadaannya sangat buruk. Saya rela kasih makan jatah saya buat anak-anak. Sering kali saya tidak makan. Roti tawar saja kami tidak punya. Sebagian orang mungkin malu mengatakannya, tapi kami tidak,”