• Thu. Dec 3rd, 2020

Jose Mourinho Bawa Inter ‘Parkir Pesawat’ di Camp Nou

jose mourinho
Jose Mourinho membawa Inter Milan juara Liga Champions musim 2009-10.

QQMulia88Jose Mourinho bawa Inter menang pada tanggal 28 April 2010, Barcelona tersingkir dari Liga Champions dengan cara menyakitkan, di Camp Nou, di hadapan pendukung mereka sendiri. Yang membuat kegagalan itu lebih pahit adalah melihat Jose Mourinho dan Inter Milan berpesta di lapangan.

Saat itu, pasukan Pep Guardiola berhasil mengalahkan Inter Milan 1-0, tapi kemenangan itu tidak berarti karena mereka takluk 1-3 pada duel leg pertama di San Siro.

Inter memetik kemenangan bersejarah, berhasil menyingkirkan tim terkuat di planet bumi pada saat itu. Uniknya, meski hanya bermain dengan 10 orang selama satu jam, Inter berhasil melenggang ke partai final di Madrid.

Kekecewaan Barca begitu besar. Apa saja yang terjadi pada saat itu?

*Ayo segera daftarkan diri anda di Situs Judi Slot Online Terpercaya dan dapatkan hadiah jutaan rupiah setiap harinya.

Malam Besar Mourinho

Kegagalan itu begitu menyakitkan bagi Barca. Bukan hanya karena mereka gaal mencapai final yang seharusnya jadi sensasi sendiri jika berhasil jadi juara di Santiago Bernabeu tapi juga karena kegagalan mereka terjadi karena satu orang yang mereka kenal dengan baik, Jose Mourinho.

Barca pun jelas tidak bisa menerima kekalahan itu. Begitu wasit meniup peluit panjang, Mourinho sudah berlari sampai setengah lapangan, mengangkat tangannya untuk menunjukkan siapa rajanya.

Pemain Inter merayakan kemenangan itu tanpa memandang kandang Barca. Mereka tahu sudah mengalahkan tim terkuat di dunia.

Victor Valdes tidak terima, dia sempat mendekati Mourinho dan memitanya berhenti melakukan selebrasi provokatif. Perseteruan kedua tim pun berlanjut hingga ke ruang ganti.

*Baca Juga : Adnan Januzaj: Karir Saya Hancur Di Mu Karena Van Gaal

Bukan Parkir Bus

Mourinho memang tidak menggunakan cara-cara indah untuk mengalahkan Barca. Dia justru memilih cara sederhana: bertahan mati-matian dan berusaha memanfaatkan serangan balik jika ada.

Pelatih asal Portugal ini tidak keberatan dengan tudingan parkis bus yang digunakan timnya. Alih-alih, Mourinho bahkan menyebut Inter tidak hanya parkir bus pada laga itu, tapi parkir pesawat Airbus A-340, alias benar-benar defensif.

“Kami tidak hanya parkir bus pada hari itu. Kami memarkir A-340 dengan sayap yang terbuka lebar,” tegasnya.

Sampai saat ini, kemenangan Inter atas Barca saat itu dikenang sebagai salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah Liga Champions.