• Sat. Dec 5th, 2020

Lawan Pandemi Virus Corona, Stadion Dortmund Diubah jadi Rumah sakit

Dunia Bola – Raksasa Bundesliga, Borussia Dortmund membantu pemerintah Jerman melawan pandemi Virus corona, Dan Stadion Dortmund diubah Menjadi Rumah sakit.

Langkah yang Borussia Dortmund ambil adalah dengan mengubah stadion kesayangannya, Signal Iduna Park, menjadi rumah sakit dadakan untuk merawat pasien corona.

Dortmund – Markas Borussia Dortmund, Signal Iduna Park telah menjadi rumah sakit darurat yang digunakan sebagai fasilitas kesehatan untuk merawat para pasien COVID-19 selama pandemi berlangsung.

menyulap area tribun utara Stadion Signal Iduna Park menjadi pusat perawatan yang bekerja sama dengan asosiasi medis setempat.

Klub berjulukan Die Borussen itu ingin stadion berkapasitas 81 ribu orang tersebut bisa berguna bagi petugas medis.

Stadion berkapasitas 81.000 penonton itu akan buka setiap hari mulai dari pukul 12 siang hingga 4 sore.

Sementara itu, untuk ruang perawatan utamanya berada di lantai 4 tribun utara.

Baca Juga: Kabar Baik , Daniel Maldini sudah Sehat dari Virus Corona

CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, mengatakan bahwa infrastruktur dan ruang di Signal Iduna Park sangat memadai untuk merawat para pasien yang terjangkit corona.

Dalam merawat pasien tersebut, Dortmund akan bekerjasama dengan asosiasi medis setempat.

Mereka juga menyediakan layanan pemeriksaan dan pembuatan resep obat.

“Signal Iduna Park merupakan simbol dari kota kami. Teknik, infrastruktur dan tata ruangnya menjadikan stadion itu sebagai tempat yang ideal untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona.

“Dengan cara ini, maka rantai penyebaran virus corona bisa diputus dengan tidak melakukan kontak dengan pasien lain, dokter maupun staf yang bertugas mendampingi dokter dalam setiap kegiatan operasi,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan klub.

Pengalihfungsian stadion menjadi rumah sakit darurat selama pandemi virus corona bukan hanya dilakukan Dortmund. Di Brasil, sejumlah klub seperti Flamengo dan Corinthians sudah lebih dulu melakukannya.

“Dengan cara ini, rantai penyebaran virus corona bisa diputus dengan tidak melakukan kontak ke pasien lain, dokter maupun staf yang bertugas,” lanjut Watzke.