• Sat. Jan 16th, 2021

Miralem Pjanic punya mimpi main di Barcelona, bukan Real Madrid

QQ Muliaa – Miralem Pjanic disebut memang bermimpi bisa membela Barcelona, Klaim itu sekaligus membantah bahwa gelandang Juventus tersebut lebih suka ke Real Madrid.

Pjanic tengah dikaitkan dengan Barcelona di bursa transfer musim panas ini. Pemain 30 tahun itu diincar untuk memperkuat lini tengah raksasa Catalan.

Ada klaim yang mendukung Barcelona menggaet eks pemain Lyon dan AS Roma itu.

Sahabatnya, Adis Junuzovic, mengklaim bahwa Pjanic memang bermimpi bisa bermain dengan klub Spanyol tersebut.

Baca Juga: Bruno Fernandes hampir pindah ke Tottenham awal musim 2019/2020

Sebelumnya, pemain bola asal Bosnia tersebut telah bergabung ke Juventus sejak tahun 2016 lalu.

Di mana lewat penampilan apiknya, ia berhasil membawa Bianconeri menjuarai trofi Liga Italia tiga kali, Coppa Italia 2 kali dan Supercoppa Italiana 1 kali.

Atas performa yang mengesankan itu, sejumlah klub papan atas Eropa tertarik ingin menggaetnya.

Salah satu tim yang paling berminat adalah Barcelona. Bahkan agar bisa mendapatkan tanda tangan pemain berusia 30 tahun itu, klub asal Catalan bersedia untuk melakukan penukaran pemain dan salah satu pemain yang masuk dalam rencana penukaran yakni Arthur.

Sayangnya, si pemain kabarnya menolak untuk meninggalkan Camp Nou. Tak ayal, membuat pembicaraan Barca dengan Pjanic untuk saat ini harus terhenti.

Ditambah lagi dengan adanya pandemi virus corona, yang mana membuat keuangan klub menjadi tidak stabil. Lantas sekarang ini membuat setiap klub besar juga sangat berhati-hati di bursa transfer.

Ungkap Junuzovic

“Tidak terlalu mengejutkan Saya tidak perlu mengatakannya sih, tapi bermain di Barcelona selalu menjadi mimpi Pjanic,” kata Junuzovic.

“Dia tidak akan melewatkan pertandingannya, karena dia jatuh cinta dengan gaya permainannya yang luar biasa dan filosofi klubnya. Mire punya level untuk bermain di klub mana saja,” ungkapnya.

Junuzovic juga membantah Pjanic lebih suka ke Real Madrid. Gelandang Bosnia & Herzegovina itu disebut cuma mengidolakan Zinedine Zidane, pelatih Madrid, bukan klubnya.

“Satu-satunya kebenaran adalah Pjanic menyukai Zidane sebagai pesepakbola. Cuma itu saja, sementara di level sepakbola, Mire menyukai DNA Barcelona, tidak usah diperdebatkan lagi,” jelasnya.