• Tue. Dec 1st, 2020

Pandemi COVID-19 membuat Man United sejauh ini Merugi 500 Milliar

QQ Muliaa – Manchester United mengumumkan performa keuangan mereka hingga 31 Maret 2020 pada Kamis (21/5/2020). Pada catatan finansial kuartal tersebut.

Kubu Setan Merah mengungkapkan bahwa pandemi Virus corona telah membuat mereka merugi 28 juta pound alias sekitar 500 miliar rupiah sejauh ini.

Penghasilan klub untuk kuartal ini turun 18,7 persen ke 123,7 juta pound (Rp 2,2 triliun),

Dengan utang klub naik 124,4 juta pound menjadi 429,1 juta pound (Rp 7,7 triliun).

Baca Juga: Liga Inggris bisa satu tahun tanpa penonton di Stadion

Bos keuangan Man united, Cliff Baty

Mengatakan mayoritas kerugian ini terjadi karena Manchester United harus menyerahkan kembali 20 juta pound ke pemegang hak siar walau musim Premier League bisa dilanjutkan sekali pun.

Hal ini karena perubahan di tanggal dan waktu kickoff karena pandemi virus corona.

Selain itu, Setan Merah merugi 8 juta pound selama tiga pekan terakhir Maret setelah tiga pertandingan ditunda.

Jumlah 28 juta pound setara dengan apa yang Man United keluarkan untuk merekrut Victor Lindelof dari Benfica pada musim 2017-2018.

Secara total, 11 pertandingan Manchester United telah ditunda karena pandemi ini.

Cliff Baty juga mengatakan pembatalan Liga Europa serta Piala FA melukai pemasukan komersial tim dan klub juga kehilangan pendapatan setelah toko resmi klub di Old Trafford ditutup.

Namun laporan keuangan kuartal ini belum seberapa jika dibandingkan kuartal sekarang yang akan bergulir sampai 30 Juni dan kuartal ke depannya.

Hal ini disampaikan oleh executive vice-chairman klub, Ed Woodward. “Laporan keuangan kami menunjukkan dampak parsial ke pandemi. Namun.

Pukulan terbesar akan datang pada kuartal sekarang dan ke depannya,” tutur Woodward lagi.

Baty juga mengutarakan kalau lawatan Man United yang batal ke Tottenham pada 15 Maret partai pertama yang tertunda akibat pandemi membuat klub rugi 4 juta pound.

“Ini masa-masa yang tak pernah terjadi sebelumnya dan krisis ini tak akan hilang dalam waktu semalam,” tutur Ed Woodward.

“Namun, klub ini dibangun di atas fondasi sulit Kami tetap optimistis dengan prospek jangka panjang klub,

Setelah kami melewati salah satu masa paling luar biasa dan menguji sepanjang 142 tahun sejarah Manchester United.”