• Tue. Apr 20th, 2021

Premier League Jika Dilanjutkan, Seluruh Pemain Harus Tes Virus Corona

premier league
premier league

QQMulia88 – Petinggi Asosiasi Manajer Liga Inggris LMA, Richard Bevan menyatakan bahwa seluruh pemain harus menjalani tes virus Corona sebelum Premier League bisa dilanjutkan.

Pandemi virus Corona yang semakin memburuk di Inggris memaksa otoritas terkait menghentikan kompetisi, mulai dari Premier League hingga liga-liga kasta di bawahnya.

Awalnya penghentian ini direncanakan berjalan hingga 30 April, tapi perkembangan situasi membuat semua pihak bersepakat untuk melanjutkan liga jika keadaan dirasa sudah benar-benar aman.

*Lagi Cari Situs Judi Online Terpercaya ? Jangan Ragu gabung ke QQMulia ! Hanya di QQMulia , Website Judi Online Terlengkap & Terpercaya.

Keinginan LMA

Bevan mencoba menyusun rencana yang harus dilakukan jika memang liga akan dilanjutkan. Salah satu tahap tersebut adalah tes pada para pemain.

“Para manajer kami tak mau kembali ke lapangan kecuali para pemain telah dites,” ujar Bevan kepada BBC.

“Namun, di saat yang sama pemerintah harus mengonfirmasi bahwa itu OK, karena tes harus tersedia lebih dulu – jika ada kekurangan – pada perawat, pasien, staf NHS, dan keluarga mereka,” tambahnya.

*Baca Juga : Arsenal ‘The Invincibles’ yang Serius tapi Santai dari Balik Layar

Soal Kebijakan Furlough

Lebih lanjut, Bevan juga membahas masalah kebijakan furlough, yakni menggunakan bantuan pemerintah untuk membayar 80 persen dari gaji staf yang dirumahkan.

Tentu saja, pemerintah tidak serta merta melakukan ‘donasi’ kepada perusahaan tersebut. Uang itu berasal dari pemasukan yang telah diberikan perusahaan kepada negara.

Olahraga, termasuk sepakbola, merupakan salah satu dari sekian bidang bisnis yang dimaksud. Klub Premier League pun dipersilahkan untuk memutuskan akan ikut dalam kebijakan tersebut atau tidak.

Langkah ini diambil oleh beberapa klub seperti Tottenham dan Newcastle. Liverpool sempat akan menggunakan skema ini, tapi dibatalkan usai mendapat banyak kritik.

Bevan sendiri tak sepakat jika klub-klub Premier League, terutama klub besar menggunakan skema ini. Menurutnya, skema ini akan lebih adil jika digunakan oleh klub-klub kecil di divisi bawah.

“Mungkin kita harus melihat klub-klub di League One dan League Two yang membutuhkan furlough. Saya ingin melihat pemerintah menyusun panduan yang lebih baik, jadi bisnis yang salah tak mengambil uang dari tempat yang seharusnya,” tukasnya.