• Fri. Dec 4th, 2020

Rapid Test Covid-19 untuk Deteksi Penyakit Virus Corona

rapid test
rapid test

QQMulia88 – Rapid test menjadi salah satu metode untuk mendeteksi virus corona. Sejauh ini, Indonesia telah mendatangkan 125 ribu alat rapid test yang akan segera didistribusikan ke berbagai rumah sakit rujukan dan tempat lainnya.

Namun, tidak banyak masyarakat yang mengerti bagaimana proses tes virus corona covid19 tersebut.

Pertama, kegunaan tes virus Corona untuk memeriksa antibodi pasien yang terduga terjangkit virus Corona. Hal tersebut menjadi langkah bagi pemerintah Indonesia untuk mencegah persebaran virus Corona. Alat tersebut juga menjadi langkah pembuka bagi pasien yang benar-benar terinfeksi virus Corona untuk menjalani tes lanjutan.

Namun, karena alat tes virus Corona ini terbatas maka akan dilakukan kepada golongan yang memerlukannya terlebih dahulu. Seperti informasi, berikut fakta Rapid Test virus Corona yang perlu diketahui.

Cara Kerja Rapid Test

Pertama kali saat melakukan tes dengan alat ini perlu dilakukan pemeriksaan terhadap antibodi yang ada di dalam darah. Hal ini membuat proses tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung ketika mendeteksi virus Corona. Maka jika terdeteksi adanya virus, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal tersebut akan mengindikasikan hasil positif pada alat tes tersebut. Kemudian akan ditemukan virus atau terindikasi virus lain bahkan bukan virus Corona. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi virus yang terdapat pada hasil.

Sedangkan untuk pasien yang mendapatkan hasil negatif akan disarankan untuk melakukan isolasi diri. Kembali lagi ditegaskan, karena alat ini tidak menjamin pasien tersebut terjangkit virus Corona.

Segera daftarkan diri anda di situs judi online QQMulia dan dapatkan banyak bonus & promo setiap harinya.

Pasien akan dibedakan menjadi 3 kelompok

Kelompok tersebut terdiri dari, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal tersebut dibuat karena orang atau pasien telah melakukan kontak fisik terhadap pasien positif. Namun, dalam ketiga kelompok tersebut akan memungkinkan memiliki hasil tes yang negatif.

Untuk pasien yang mendapatkan hasil tes negatif akan disarankan untuk melakukan isolasi diri atau diberikan fasilitas kesehatan. Karena dari hasil tes tersebut tidak memungkinkan benar-benar negatif virus Corona. Untuk pasien yang berstatus OTG dan ODP akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Namun, untuk pasien yang berstatus PDP yang mengalami gejala ringan akan disarankan untuk mengisolasi dirinya di rumah. Semua pasien akan disarankan untuk kembali memeriksakan dirinya setelah 10 hari dari awal pemeriksaan.

Golongan yang akan diprioritaskan untuk melakukan Rapid Test

Sedangkan untuk golongan yang akan diprioritaskan untuk melakukan tes virus Corona dibagi menjadi tiga golongan. Pertama adalah dokter, tenaga medis, dan keluarga mereka. Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Jokowi saat jumpa pers pada Selasa (24/3).

“Tadi pagi saya telah memerintahkan menteri kesehatan untuk rapid test yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu,” jelas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Kemudian golongan yang selanjutnya di tes adalah pasien yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil tes

Hasil tes yang akan didapatkan dengan menggunakan alat tes tersebut adalah 6 jam. Jika hasil tes negatif akan dilakukan tes ulang pada 10 hari mendatang. Karena di rentang waktu tersebut antibodi akan terbentuk.

Tes tersebut bukan tes langsung terhadap antibodi, karena untuk melakukan tes secara langsung diperlukan proses yang panjang.

“Karena kalau memeriksa langsung terhadap virusnya, maka kita menggunakan pemeriksaan yang kita sebut berbasis pada antigen. Yang kita gunakan adalah melakukan pemeriksaan dengan swab, dengan usapan, usapan yang dilaksanakan di dinding belakang rongga hidung atau di belakang rongga mulut,” jelas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube BNPB, pada hari Selasa (24/3/2020).

Baca Juga : Mengapa Social Distancing Penting?