• Tue. Jul 27th, 2021

Rio Ferdinand: Malu Dihajar Lionel Messi, Final Champions 2011

liga champions 2011
final liga champions 2011

QQMulia88Rio Ferdinand mantan bek Manchester United membeberkan kekagumannya terhadap kapten Barcelona, Lionel Messi. Rasa kagum Ferdinand memuncak usai duel final Liga Champions 2011 di Wembley Stadium.

Pertandingan itu seharusnya jadi milik MU. Mereka bermain di Wembley, stadion yang akrab dengan tim-tim Inggris. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Barca tampil begitu tangguh di babak kedua. Skor sempat berimbang 1-1 di babak pertama, tapi Barca punya Lionel Messi yang mengubah segalanya di babak kedua.

*Segera daftarkan diri anda di situs slot online terpercaya QQMulia dan dapatkan banyak bonus & promo setiap harinya.

Pelajaran dari Barca

Messi tampil luar biasa, seakan-akan menguliahi pemain MU tentang bagaimana bermain sepak bola yang baik. Padahal skuad MU diisi pemain-pemain senior yang kenyang pengalaman, tapi mereka takluk menyaksikan sepak bola indah yang diusung Barcelona dan Guardiola.

“Barcelona, mereka memberi kami pelajaran berharga di Wembley,” kata Ferdinand dikutip dari Copa90 via Marca.

“Saya berdiri di sana, menyaksikan mereka mengangkat trofi. Saya, Giggsy, dan Scholesy berdiri bersama sambil tangan kami menutupi mulut dan berkata: ‘saya merasa malu, kawan’.”

“Dia [Messi] melakukan apa yang dia mau,” imbuhnya.

*Baca Juga : Romelu Lukaku: 23 dari 25 Pemain Inter Sempat Demam

Messi Pembunuh

Lebih lanjut, Rio Ferdinand pun mencoba menjelaskan perbedaan Messi dengan pemain-pemain hebat lainnya. Messi pemain top yang bisa menyuguhkan permainan indah, dan dia bisa menyempurnakannya dengan gol-gol untuk membantu tim.

“Messi adalah pembunuh. Memang ada Ronaldinho yang luar biasa, penyihir yang bermain begitu bebas,” lanjut Ferdinand.

“Namun, Messi bisa melakukan semua itu dan masih ditambah gol atau assist,” tutupnya.

Messi boleh jadi pemain luar biasa, tapi sejak mengalahkan MU di final 2011 itu, dia baru satu kali lagi mengangkat trofi LIga Champions: final 2015 kontra Juventus.

Dari laga ini, Messi didaulat sebagai Pemain Terbaik versi UEFA. Sementara bagi Barca hasil tersebut menjadi kemenangan keduanya di rumput Wembley setelah pencapaian sempurna yang pernah dilakukan pada era Johan Cruyff di final Liga Champions 1992.